Seorang gadis tengah membaca Novel yang baru di berikan oleh sahabatnya.saking seriusnya baca Novel ia nggk sadar jika ada pemuda yang sedang menghampirinya.
"Ehhhmm Ra liat siapa yang datang?"Kata seorang gadis.ra?yah Dhira Amelia gadis cantik yah tengah membaca novel tadi.
"Emang siapa ad?"Tanya Dhira pada Adni sahabatnya yang memberikan Novel. Padanya tanpa mengalihkan perhatiannya dari Novel yang sedang ia baca.
"Aduuuhh makannya liat dulu jangan baca Novel mulu."Kata Adni mengambil Novel dari lengan Dhira."Iya emang siapa?udah balikin Novelnya lagi serius nih."Kata Dhira berusaha mengambil Novel dari tangan Adni.
"Liat dulu dong,tuuuh.."Tunjuk Adni dg dagunya.Dhira pun menyerah dan melihat kearah yang di tunjuk oleh Adni beberapa lama kemudian Dhira tersenyum melihat seorang pemuda tampan tengah berjalan menuju arahnya dengan senyumnya yang khas,
"Hai Ra,Ad."Sapa pemuda itu.
"Hai."Jawab Adni dan Dhira bebarengan,
"Ada apa Raf?"Tanya Dhira kepada pemuda di depannya.Rafkha Gunawan pemuda yang banyak di incar oleh wanita wanita di kampus tapi Rafkha sudah mempunyai Dhira jadi dia tidak akan berpalik pada siapa pun.
"Entar pulang kuliah jalan dulu yuk."Ajak Rafkha yang kimi sudah duduk di meja depan Dhira dan Adni.
"Boleh."Jawab Dhira sambil tersenyum.
"Ehem yang mau jalan."Kata Adni sahabat Dhira sambil tersenyum.
"Lo mau ikut Ad?kalo mau boleh."Kata Dhira.Dhira memberengut"makasih deh tapi gue nggk mau jadi obat nyamuk buat kalian."Kata Adni dengan kesal.
"Hhhaaa makannya cepet cari pacar biar nggk jadi obat nyamuk mulu,"kata Rafkha sambil tertawa renyah.
"Iya iya deh"kata Adni.
"Rafkha ko ngmongnya gitu sih?"Kata dhira.
"Abisnya lucu tuh anak.."
"Udah ah Rafkha balik lagi aja ke kelas kamu bentar lagi mau bel tuh."Kata Dhira mendorong dada bidang Rafkha pelan.
"Iya iya aku pergi dulu yah Bye sayang."Kata rafkha sambil tersenyum.
"Ehhhmm Ra liat siapa yang datang?"Kata seorang gadis.ra?yah Dhira Amelia gadis cantik yah tengah membaca novel tadi.
"Emang siapa ad?"Tanya Dhira pada Adni sahabatnya yang memberikan Novel. Padanya tanpa mengalihkan perhatiannya dari Novel yang sedang ia baca.
"Aduuuhh makannya liat dulu jangan baca Novel mulu."Kata Adni mengambil Novel dari lengan Dhira."Iya emang siapa?udah balikin Novelnya lagi serius nih."Kata Dhira berusaha mengambil Novel dari tangan Adni.
"Liat dulu dong,tuuuh.."Tunjuk Adni dg dagunya.Dhira pun menyerah dan melihat kearah yang di tunjuk oleh Adni beberapa lama kemudian Dhira tersenyum melihat seorang pemuda tampan tengah berjalan menuju arahnya dengan senyumnya yang khas,
"Hai Ra,Ad."Sapa pemuda itu.
"Hai."Jawab Adni dan Dhira bebarengan,
"Ada apa Raf?"Tanya Dhira kepada pemuda di depannya.Rafkha Gunawan pemuda yang banyak di incar oleh wanita wanita di kampus tapi Rafkha sudah mempunyai Dhira jadi dia tidak akan berpalik pada siapa pun.
"Entar pulang kuliah jalan dulu yuk."Ajak Rafkha yang kimi sudah duduk di meja depan Dhira dan Adni.
"Boleh."Jawab Dhira sambil tersenyum.
"Ehem yang mau jalan."Kata Adni sahabat Dhira sambil tersenyum.
"Lo mau ikut Ad?kalo mau boleh."Kata Dhira.Dhira memberengut"makasih deh tapi gue nggk mau jadi obat nyamuk buat kalian."Kata Adni dengan kesal.
"Hhhaaa makannya cepet cari pacar biar nggk jadi obat nyamuk mulu,"kata Rafkha sambil tertawa renyah.
"Iya iya deh"kata Adni.
"Rafkha ko ngmongnya gitu sih?"Kata dhira.
"Abisnya lucu tuh anak.."
"Udah ah Rafkha balik lagi aja ke kelas kamu bentar lagi mau bel tuh."Kata Dhira mendorong dada bidang Rafkha pelan.
"Iya iya aku pergi dulu yah Bye sayang."Kata rafkha sambil tersenyum.
*****
Dhira baru saja sampai di rumah orang tuanya ia sangat bahagia bisa pergi bareng Rafkha.tanpa ia sadari Dhina kakanya melihat kejadian beberapa menit yang lalu saat Dhira dan Rafkha ciuman di depan rumah.
"Dari mana loh,ko loe bisa kenal sama Rafkha sih?"Tanya dhina dg sinis.
"Aku habis jalan sama dia ka,emang kenap dia kan pacar aku ka."Jawab Dhira sambil tersenyum tipis.
"Apa?"Tanya Dhina tak percaya.
"Kenpa ko kaya terkejut gitu?,"tanya Dhira bingung dg tingkah kknya.
"Nggk apa apa."Jawab Dhina sambil berlalau meninggalkan Dhira.
"Aneh."Kata Dhira Pelan lalu dia pergi ke kamarnya di lantai dua.
"Dari mana loh,ko loe bisa kenal sama Rafkha sih?"Tanya dhina dg sinis.
"Aku habis jalan sama dia ka,emang kenap dia kan pacar aku ka."Jawab Dhira sambil tersenyum tipis.
"Apa?"Tanya Dhina tak percaya.
"Kenpa ko kaya terkejut gitu?,"tanya Dhira bingung dg tingkah kknya.
"Nggk apa apa."Jawab Dhina sambil berlalau meninggalkan Dhira.
"Aneh."Kata Dhira Pelan lalu dia pergi ke kamarnya di lantai dua.
****
Dhira baru selesai merias wajahnya dg make-up tipis meski tidak terlalu tebal tapi tetap terlihat cantik bibirnya dia kasih sedikit lipstik berwarna merah muda.Dhira keluar dari kamarnya menuju Ruang Makan.sesampainya di ruang makan Ia melihat mamah dan sang kaka sedang sarapan.papah Dhira sedang ada urusan di luar negeri jadi dia tak ada di rumah.
"Pagi mah,ka"sapa Dhira sambil tersenyum.tapi tidak ada yang menyahut.Dhira sudah terbiasa dg suasana seperti ini dia memang tak pernah di anggap ada di rumah ini tapi dia tetap menyayangi kedua orang tuanya dan kknya.
Dia duduk di salah satu kursi Dhira mengambil dua lembar roti dan di olesi olehnya selai coklat.
"Mamah mau bicara sama kamu Dhira?"Kata sang mamah ketus sambil menatap wajah Dhira.
"Bicara apa mah?"Tanya Dhira ramah meski sang mamah sangat ketus kepadanya.
"Kaka kamu suka sama Rafkha."Kata sang mamah langsung pada intinya.
Deg bagai tersambar petir Dhira menjatuhkan roti yang sedang dia olesi selai.
"Dan Mamah tau kamu pacaran sama dia,jadi mamah mohon kamu putusin dia dan relain dia sama kaka kamu."Lanjut sang mamah tanpa memikirkan perasaan Dhira yang seakan akan tercabik cabik.
"Maaf mah aku nggk bisa."Kata Dhira setelah mengumpulkan keberanian untuk menjawab sang Mamah.
"Dhira kamu mikir dong kaka kamu nggk seberuntung kamu jadi mamah mohon kamu lepasin Rafkha buat kaka kamu."Kata sang mamah lagi.sedangKan dhina hanya tersenyum penuh kemenangan.
"Maaf mah tapi kali ini dhira bener bener nggk bisa."Jawab Dhira lagi.ini pertama kalinya Dhira menolak permintaan sang mamah.
PLAK
Sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Dhira meninggalkan lembab berwarna merah.
"Lancang kamu sekarang,mamah nggk mau tau kamu harus lakuin itu buat kaka kamu,dasar anak nggk tau diri."Kata sang mamah.
"Makasih mah atas tamparannya."Kata Dhira berlalu pergi ia meninggalkan sang mamah.dg perasaan hancur Dhira menyetir mobilnya menuju kampus.
"Hiks hiks hiks hiks kenapa mah kenapa,mamah nggk pernah ngertiin aku."Kata Dhira sambil terus melajukan mobilnya.sesampainya di kampus ia menghapus air matanya dg tisu dan keluar dari mobilnya.jika kalian sangka dia wanita yang sangat beruntung.jawabannya tidak mungkin banyak orang yang nyangka dia sungguh punya kehidupan sempurna,salah besar dia memang berasal dari keluarga terpandang dan kaya tapi ia tak pernah merasakan yang namanya belayan dari orang tuanya.orangtua nya selalu lebih mementingkan Dhina dari pada Dhira alasannya yaitu karna Dhina punya penyakit kangker.tapi jika Dhina boleh memilih dia akan lebih memilih punya penyakit seperti kakanya dari pada hidup sehat tapi tidak pernah bahagia.
Dhira pergi menuju kelasnya dan bertemu dg Rafkha di tengah jalan.
"Hai Ra."Sapa bisma yang sangat senang bertemu dg Dhira di pagi hari.
"Hai raf,"jawab Dhira sambil tersenyum.
Rafkha mau membelai lembut pipi sang kekasih tapi ia terkejut melihat pipi dhira bengkak.
"Ra pipi kamu knpa?"Tanya Rafkha kawatir.
"Nggk kenapa napa ko raf ini cuma jatoh tadi di kamar mandi."Jawab Dhira berbohong.
Sebenarnya Rafkha yaqin Dhira berbohong mana mungkin jatoh pipinya merahnya kaya bekas tamparan.tapi Rafkha tdk ingin membahasnya karna dia tau Dhira blum mau cerita.
"Yaudah ke kelas yuk."Ajak rafkha menggenggam tanga Dhira.
"Iya Raf,"jawab Dhira.
"Raf apa aku masih bisa sama sama kaya gini sama kamu selamanya aku takut raf takut kamu di rebut kakaku"batin dhira menatap wajah tampan rafkha.
"Pagi mah,ka"sapa Dhira sambil tersenyum.tapi tidak ada yang menyahut.Dhira sudah terbiasa dg suasana seperti ini dia memang tak pernah di anggap ada di rumah ini tapi dia tetap menyayangi kedua orang tuanya dan kknya.
Dia duduk di salah satu kursi Dhira mengambil dua lembar roti dan di olesi olehnya selai coklat.
"Mamah mau bicara sama kamu Dhira?"Kata sang mamah ketus sambil menatap wajah Dhira.
"Bicara apa mah?"Tanya Dhira ramah meski sang mamah sangat ketus kepadanya.
"Kaka kamu suka sama Rafkha."Kata sang mamah langsung pada intinya.
Deg bagai tersambar petir Dhira menjatuhkan roti yang sedang dia olesi selai.
"Dan Mamah tau kamu pacaran sama dia,jadi mamah mohon kamu putusin dia dan relain dia sama kaka kamu."Lanjut sang mamah tanpa memikirkan perasaan Dhira yang seakan akan tercabik cabik.
"Maaf mah aku nggk bisa."Kata Dhira setelah mengumpulkan keberanian untuk menjawab sang Mamah.
"Dhira kamu mikir dong kaka kamu nggk seberuntung kamu jadi mamah mohon kamu lepasin Rafkha buat kaka kamu."Kata sang mamah lagi.sedangKan dhina hanya tersenyum penuh kemenangan.
"Maaf mah tapi kali ini dhira bener bener nggk bisa."Jawab Dhira lagi.ini pertama kalinya Dhira menolak permintaan sang mamah.
PLAK
Sebuah tamparan mendarat di pipi mulus Dhira meninggalkan lembab berwarna merah.
"Lancang kamu sekarang,mamah nggk mau tau kamu harus lakuin itu buat kaka kamu,dasar anak nggk tau diri."Kata sang mamah.
"Makasih mah atas tamparannya."Kata Dhira berlalu pergi ia meninggalkan sang mamah.dg perasaan hancur Dhira menyetir mobilnya menuju kampus.
"Hiks hiks hiks hiks kenapa mah kenapa,mamah nggk pernah ngertiin aku."Kata Dhira sambil terus melajukan mobilnya.sesampainya di kampus ia menghapus air matanya dg tisu dan keluar dari mobilnya.jika kalian sangka dia wanita yang sangat beruntung.jawabannya tidak mungkin banyak orang yang nyangka dia sungguh punya kehidupan sempurna,salah besar dia memang berasal dari keluarga terpandang dan kaya tapi ia tak pernah merasakan yang namanya belayan dari orang tuanya.orangtua nya selalu lebih mementingkan Dhina dari pada Dhira alasannya yaitu karna Dhina punya penyakit kangker.tapi jika Dhina boleh memilih dia akan lebih memilih punya penyakit seperti kakanya dari pada hidup sehat tapi tidak pernah bahagia.
Dhira pergi menuju kelasnya dan bertemu dg Rafkha di tengah jalan.
"Hai Ra."Sapa bisma yang sangat senang bertemu dg Dhira di pagi hari.
"Hai raf,"jawab Dhira sambil tersenyum.
Rafkha mau membelai lembut pipi sang kekasih tapi ia terkejut melihat pipi dhira bengkak.
"Ra pipi kamu knpa?"Tanya Rafkha kawatir.
"Nggk kenapa napa ko raf ini cuma jatoh tadi di kamar mandi."Jawab Dhira berbohong.
Sebenarnya Rafkha yaqin Dhira berbohong mana mungkin jatoh pipinya merahnya kaya bekas tamparan.tapi Rafkha tdk ingin membahasnya karna dia tau Dhira blum mau cerita.
"Yaudah ke kelas yuk."Ajak rafkha menggenggam tanga Dhira.
"Iya Raf,"jawab Dhira.
"Raf apa aku masih bisa sama sama kaya gini sama kamu selamanya aku takut raf takut kamu di rebut kakaku"batin dhira menatap wajah tampan rafkha.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar