Dhira mengurung diri di kamarnya dia benar benar sedih karna Rafkha sekarang dekat dengan kknya.kebahagiaannya sirna sudah apakah dia juga akan kehilangan cahaya satu satunya dalam hidupnya itu yang dia pikirkan,sedangkan Rafkha sudah pergi dengan Dhina ke pantai.acara yang di rencanakan Rafkha untuk Dhira hancur sudah.
"Apa aku tidak pantas bahagia tuhan?kenapa selalu aku yang kau ambil kebahagiaannya?aku ikhlas kau tidak berikan kedua orang tua menyayangiku,aku juga ikhlas ketika mereka selalu merenggut kebahagiaanku untuk kk ku,aku selalu ikhlas mereka memarahiku atas kesalahan yang bukan salahku,aku ikhlas tidak di anggap di keluarga ini tapi jika aku harus merelakan Rafkha satu satunya kebahagiaanku,satu satunya cahaya dalam hidupku yang kelam ini aku nggk kuat,aku butuh pelindung untuk melindungiku saat aku rapuh,aku butuh seseorang untuk menopang tubuhku saat aku mulai goyah,hiks hiksss."Keluh Dhira sambil menangis.
"Apa aku tidak pantas bahagia tuhan?kenapa selalu aku yang kau ambil kebahagiaannya?aku ikhlas kau tidak berikan kedua orang tua menyayangiku,aku juga ikhlas ketika mereka selalu merenggut kebahagiaanku untuk kk ku,aku selalu ikhlas mereka memarahiku atas kesalahan yang bukan salahku,aku ikhlas tidak di anggap di keluarga ini tapi jika aku harus merelakan Rafkha satu satunya kebahagiaanku,satu satunya cahaya dalam hidupku yang kelam ini aku nggk kuat,aku butuh pelindung untuk melindungiku saat aku rapuh,aku butuh seseorang untuk menopang tubuhku saat aku mulai goyah,hiks hiksss."Keluh Dhira sambil menangis.
@Kampus
Dhira tengah memikirkan hubungannya dan Rafkha,Udah satu bulan lebih dari peristiwa Rafkha yang perhatian pada Dhina.Rafkha mulai berbeda pada Dhira dari yang biasanya mengiriminya pesa hanya untuk menanya kan gadis itu udah makan atau belum,atau menelponnya hanya untuk menggombalinya tidak tidak pernah lagi ada kata kata manis yang keluar dari mulut Rafkha untuk Dhira mereka jadi jarang bareng jarang ketemuan pokonya kaya orang yang udah putus dan saling nggk kenal.itu membuat Dhira jadi murung,dia selalu melihat kemesraan kakanya dengan kekasihnya Rafkha meski Rafkha sering datang kerumahnya tapi mereka jarang ketemu karna Rafkha selalu datang ke rumah Dhira hanya sekedar untuk bertemu dengan Dhina membujuknya agar mau makan dan minum obat di telpon juga selalalu sibuk di SMS pasti selalu ngejawabnya sibuk.itu makin membuat hati Dhira hancur bahkan ketika dia perotes pada papah dan mamah bukannya kasihan sang ayah malah memukulnya dan menampar membuat Dhira memiliki banya luka lembam di pipi dan bibir tipis mungilnya bengkak karna tamparan yang membuat darah segar mengalir dari sudut bibir Dhira.Adni selalu bertanya tentang hubungannya dan Rafkha dan Dhira.
"Gimana hubungan kamu sama Rafkha?."Tanya Adni.
Dan jawaban Dira selalu sama.
"Nggk jelas."Itulah yang selalu terucap dari mulut Dhira jika di tanya masalah hubungannya dan Rafkha.
Dan jawaban Dira selalu sama.
"Nggk jelas."Itulah yang selalu terucap dari mulut Dhira jika di tanya masalah hubungannya dan Rafkha.
Adni yang melihat sahabatnya selalu murung tidak tega Adni pun berencana mengajak Dhira jalan jalan cuma buat cari udara segar kebetulan kaka sepupunya yang baru datang dari faris dan minta di ajak jalan jalan sama Adni,karna takut nyasar mungkin Adni mau aja tapi dia kepikiran mengajak Dhira dan di setujui oleh kknya itu , kalo Adni bawa temennya lagian sodara Adni itu orangnya asiik pandai bergaul.Adni mendekati Dhira.lalu duduk di samping Dhira.
"Dhir nanti pulang kampus jalan yuk,"ajak Adni pada Dhira yang tengah asiik melamun.
"Jalan jalan?boleh juga dari pada aku pulang liat adekan yang bikin aku sakit hati mending jalan.aku harus coba jadi Dhira yang selalu ceria lagi"Batin Dhira
"Iya."Jawab Dhira singkat.
"Ok aku bakal ngajak kk sepupu aku nggk papa kan?"Tanya Adni menatap Dhira.
Dan hanya di jawab anggukan oleh Dhira.Adni tersenyum meski Dhira tidak begitu senang mudah mudahan dengan mengajaknya jalan jalan akan membuat dia nggk terlalu setres.
"Dhir nanti pulang kampus jalan yuk,"ajak Adni pada Dhira yang tengah asiik melamun.
"Jalan jalan?boleh juga dari pada aku pulang liat adekan yang bikin aku sakit hati mending jalan.aku harus coba jadi Dhira yang selalu ceria lagi"Batin Dhira
"Iya."Jawab Dhira singkat.
"Ok aku bakal ngajak kk sepupu aku nggk papa kan?"Tanya Adni menatap Dhira.
Dan hanya di jawab anggukan oleh Dhira.Adni tersenyum meski Dhira tidak begitu senang mudah mudahan dengan mengajaknya jalan jalan akan membuat dia nggk terlalu setres.
*****
"Mana kaka sepupu kamu ad?katanya mau datang ko lama banget?"Tanya Dhira BT dia kan lagi sedih di ajak jalan malah suruh nunggu gini.
"Yah maaf kan nggk tau mungkin macet kali."Jawab Adni juga sedikit kesal dengan kk sepupunya itu.tak lama kemudian sebuah mobil BMW hitam terpakir di depan Mall tempat Dhira dan Adni menunggu lalu keluarlah laki laki tampan dengan wajah agak tirus mata bulat bulu matanya lentik dan halis tebal menghampiri Adni dan Dhira.
"Dari mana aja sih ka baru dateng lama banget kasian temen aku tau."Kata Adni ketika pemuda itu sampai di depannya.
"Yah maaf ad,tadi aku ke kantor papah dulu soalnya kan aku bakalan mulai kerja besok."Kata pemuda itu.
"Ya udah,oh iya kenalin ini Dhira temen aku,Dhira ini ka Rio kaka sepupu aku."Kata Adni memperkenalkan mereka berdua.
"Rio."Kata Rio memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya.
"Dhira."Jawab Dhira sambil membalas uluran tangan Rio.meski tadi kesal karna dia mesti nungguin Rio tapi nggk mungkin dia marah marah sama orang yang baru di kenalnya itu.
"Senang bentemu dengan kamu."Kata Rio tersenyum sangat manis.
"Saya juga."Jawab Dhira tersenyum kecil.
Merekapun masuk kedalam pusat perbelanjaan terbesar di kota jakarta.
"Makan dulu apa mau nonton?"Tanya Rio.
"Makan aja dulu ka,iya kan dhir kita kan belum makan."Kata Adni menanyai pendapat Dhira.
"Iya."Kata Dhira singkat.mereka pun mencari kafe yang ada di sana.
Ketika melihat ada kafe yang bernama Kafe matahari mereka memasukinya dan duduk di salah satu meja yang ada di sana.
"Pelayan."Kata Rio melambaikan tangan memanggil salah satu karyawan.
"Ya mas,mau pesen apa?"Tanya pelayan.
"Kalian mau pesen apa?"Tanya Rio pada Dhira dan adni tentunya.
"Eh aku mau pesen steak sama jus jeruk."Kata Adni.
"Kamu Dhir?"Tanya Rio menunjuk Adni dengan telunjuknya.
"Aku jus alpukat sama spageti aja."Jawab Dhira.
"Ya udah mba jus jeruk satu jus alpukat dua steak satu sama sepageti dua yah."Kata Rio mengatakan pesanan mereka.
"Baik."Jawab pelayan itu setelah men, catat pesanannya dan berlalu pergi.
"Ka,dhir aku ke toilet dulu yah."Kata adni berdiri dari duduknya.
"Iya."Jawab dhira dan Rio bersamaan.
Adnipun berlalu pergi.Dhira mengedarkan pandangan tiba dia rasakan dadanya nyeri matanya memanas dan tanpa di sadari Dhira air matanya jatuh begitu saja.
"Yah maaf kan nggk tau mungkin macet kali."Jawab Adni juga sedikit kesal dengan kk sepupunya itu.tak lama kemudian sebuah mobil BMW hitam terpakir di depan Mall tempat Dhira dan Adni menunggu lalu keluarlah laki laki tampan dengan wajah agak tirus mata bulat bulu matanya lentik dan halis tebal menghampiri Adni dan Dhira.
"Dari mana aja sih ka baru dateng lama banget kasian temen aku tau."Kata Adni ketika pemuda itu sampai di depannya.
"Yah maaf ad,tadi aku ke kantor papah dulu soalnya kan aku bakalan mulai kerja besok."Kata pemuda itu.
"Ya udah,oh iya kenalin ini Dhira temen aku,Dhira ini ka Rio kaka sepupu aku."Kata Adni memperkenalkan mereka berdua.
"Rio."Kata Rio memperkenalkan diri dan mengulurkan tangannya.
"Dhira."Jawab Dhira sambil membalas uluran tangan Rio.meski tadi kesal karna dia mesti nungguin Rio tapi nggk mungkin dia marah marah sama orang yang baru di kenalnya itu.
"Senang bentemu dengan kamu."Kata Rio tersenyum sangat manis.
"Saya juga."Jawab Dhira tersenyum kecil.
Merekapun masuk kedalam pusat perbelanjaan terbesar di kota jakarta.
"Makan dulu apa mau nonton?"Tanya Rio.
"Makan aja dulu ka,iya kan dhir kita kan belum makan."Kata Adni menanyai pendapat Dhira.
"Iya."Kata Dhira singkat.mereka pun mencari kafe yang ada di sana.
Ketika melihat ada kafe yang bernama Kafe matahari mereka memasukinya dan duduk di salah satu meja yang ada di sana.
"Pelayan."Kata Rio melambaikan tangan memanggil salah satu karyawan.
"Ya mas,mau pesen apa?"Tanya pelayan.
"Kalian mau pesen apa?"Tanya Rio pada Dhira dan adni tentunya.
"Eh aku mau pesen steak sama jus jeruk."Kata Adni.
"Kamu Dhir?"Tanya Rio menunjuk Adni dengan telunjuknya.
"Aku jus alpukat sama spageti aja."Jawab Dhira.
"Ya udah mba jus jeruk satu jus alpukat dua steak satu sama sepageti dua yah."Kata Rio mengatakan pesanan mereka.
"Baik."Jawab pelayan itu setelah men, catat pesanannya dan berlalu pergi.
"Ka,dhir aku ke toilet dulu yah."Kata adni berdiri dari duduknya.
"Iya."Jawab dhira dan Rio bersamaan.
Adnipun berlalu pergi.Dhira mengedarkan pandangan tiba dia rasakan dadanya nyeri matanya memanas dan tanpa di sadari Dhira air matanya jatuh begitu saja.
Aduuh makin gaje aja..,
Sorry kalo banyak typo..,
Sorry kalo banyak typo..,
Tidak ada komentar:
Posting Komentar