Selasa, 08 Juli 2014

Kenapa harus kebahagiaanku ~ part 2 ~


Aku melangkahkan kakiku kedalam saat tiba di ruang keluarga,ku lihat mamah dan papah udah duduk,aku kaget papah udah pulang,padahal urusan bisnisnya harusnya selesainya masih satu minggu lagi.ku langkahkan kaki ku mendekati mereka.
"Mah pah."Kata menyapa mereka seperti biasa tak ada respon.
"Nggk usah basa basi,papah udah tau masalah kamu Dhina dan pemuda yang bernama Rafkha."Kata papah ketus,Deg bagaimana sekarang pasti aku akan di suruh merelakan Rafkha buat ka Dhina.ku coba mengumpulkan tenaga untuk menjawab perkataan ayahku.
"Terus kenapa pah?"Tanyaku susah payah mudah mudahan tak seperti yang aku kira.
"Yah kamu harus relain Rafkha buat Dhina lah dan tinggal cari laki laki lain."Jawab papah dengan santainya,seharusnya aku tidak mengharapkan yang tidak mungkin,aku terlalu bodoh karna berharap papah tidak akan mengatakan hal itu.sekarang apa yang akan aku lakukan?merelakan Rafkha dan ka Dhina bersama itu nggk mungkin,Rafkha adalah satu satunya cahaya yang ku punya.aku sudah banyak mengalah untuk ka Dhina apa aku juga harus mengalah dalam hal perasaan?tidak aku tidak bisa.ku tatap papahku.
"Ma'f pah,aku nggk bisa aku bisa mengalah dan menyerahkan apapun untuk ka Dhina tapi nggk dg cinta Rafkha segalanya bagi Dhira maaf kali ini Dhira benar benar nggk bisa."Kataku bergetar ku berlari menuju kamarku.
"Apapun yang terjadi Rafkha akan jadi milik Dhina."Kata papah berteriak tapi aku tetap berlari menuju kamarku.ku menangis sejadi jadinya di kamarku ku peluk boneka beruang yang di berikan Rafkha untukku.
"Kita akan tetap bersama kan Raf,aku pasti pertahanin kamu."Kataku di sela sela tangisku.
Dhira terus menangis sepanjang malam.dia sedih karna ayahnya pasti nggk akan tinggal diam.dia akan melaku kan apapun asal keinginan Dhina tercapai.sampai sebuah SMS masuk di Hpnya.dia mengambil Hpnya yang berada di atas meja.
"Sayang kita jalan yuk ke pantai, dandan yang cantik yah 10 menit lagi aku sampe.oke muuuaach "itu lah isi SMS dari Rafkha membuat Dhira yang sedang menagis tersenyum ia bangun dari duduknya dan kekamar mandi untuk mandi.
*****
Dhira memoleskan sedikit pelembab ke wajahnya.dan memakai lipgloes untuk mewarnai bibir mungilnya.dia memakai T-shirt putih dan celana jins selutut mengingat Rafkha akan mengajaknya ke pantai hari ini dia mellihat jam di dindingnya.
"Aduh Rafkha pasti udah sampe."Pekik Dhira,kan Rafkha paling nggk suka di suruh nunggu.dia melangkahkan kakinya tergesa gesa takut Rafkha akan marah.
"Raf maaf aku ..."Ucapan Dhira terptong saat Dhina datang dan bergelayut manja di tangan Rafkha.
"Yu Raf,katanya mau ke pantai."Kata Dhina memanas manasi Dhira.
"Iyah tapi tunggu bentar yah,aku mau ngomong dulu sama Dhira."Kata Rafkha melepas pelukan Dhina.Dhina merasa tak senang tapi hanya mengangguk.
"Yuk Dhir."Kata Rafkha menyeret Dhira keluar.
"Dhira aku cuma.."
"Cuma apa raf apa knpa kmu tega Raf kenapa?"Tanya Dinda menangis hingga tubuhnya bergetar.
"Hei kenapa kamu nangis sih,aku deket sama Dhina cuma karna di suruh mamah papah kamu aja kok,tapi Cinta aku tetep buat kamu."Kata Rafkha memegang pundak Dhira.
"Tapi Raf kamu itu pacar aku kenapa mesti aku yang ngalh sama ka Dhina,kenapa harus sllu aku yang ngalah hah kenapa?"Tanya Dhira.
"Hei Dhir sejak kapan kamu jadi kekanak kanakan gini."Tanya Rafkha.
"Kekanak kanakan kamu bilang hah oke fine raf kalo gitu kita karna memang semua orang cuma nganggep aku boneka dan harus mengalah sama ka Dhina."Kata Dhira lalu ingin berlalu pergi.Tapi Rafkha memegang tangan Dhira.
"Dhira aku cuma nurutin permintaan papah mamah kamu lalu aku mesti gimana saat mamah dan papah kamu bilang kalo Dhina cinta sama aku dan cuma aku yang bisa bahagiain dia."Kata Rafkha menatap Dhira sendu.
"Terserah."Kata DHira melepas pegangan tangan Rafkha dan berlalu pergi meninggalkan Rafkha yang sekarang menjadi bingung.
Tak jauh dari sana Dhina sedang menatap dengan marah pada Dhira.
"Dasar adik kurang ajar,kenapa juga Rafkha mesti cinta sama tuh anak.awas aja loe Dhir,Rafkha bakal jadi milik gue buat selamanya."Kata Dhina pergi dari tempatnya menguping pembicaraan Rafkha dan Dhira.
Nggk tau ini cerita jauh banget dari rencana awal birin aja deh aku turutin aja imajinasi aku...
~NB: Typo bertebaran dimana mna sorry yah ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar